Irine Praptiningtyas | A Reader

Capturing moments in words.
“When someone is going through a storm, your silent presence is more powerful than a million empty words.”

 —

Thema Davis


Super setuju!



Kumpul geng SPDK!
Di foto ini ga ada Riendu soalnya dia udah dijemput pas kita foto :”(

Makasih buat :
Aul atas bahasa sinetronnya dan bahkan udah latian mesen menu sejak dari kosan.
Nurhay yang udah rela irin teror malem sebelumnya.
Epi yang tetep “waras” di saat yang lain ngerengek minta es krim, kue mahal, sama main ke timezone.
Riendu yang selalu siap dengan semangat dan jargonnya padahal rumahnya di Padalarang.
Tya yang ikutan dateng sebagai perwakilan syiar annisaa (boong itu mah haha).
Key yang selalu menggemaskan dalam segala kondisi.
Rani yang selalu semangat dengan gaya khasnya.
Alam yang selalu stand by dan udah bantuin jarkom manusia-manusia SPDK.
Hanif yang tetep ngusahain dateng walau abis ngajar fisika.
Fahmi yang udah dateng on time walau jelas bikin kesel sepanjang acara seperti biasa haha.

Makasih semuanya. Seneng liat kalian. Semoga sehat terus dan baik-baik aja ya.

Akhirnya kita bisa kumpul jugaa.

Walau tanpa :
Seny yang ga bisa dateng gara-gara dapet jarkomnya dadakan (maaf T-T)
Devy yang lagi ngeramein nikahan kakaknya di Medan.
Opan yang (berani-beraninya) ketiduran dan pingsan.
Nadiatur yang lagi sakit dan dalam masa persiapan sidang (yeay!).
Dadan yang lagi dalam masa pemulihan.
Hafidz yang masih otw dari Solo.
Rina yang lagi mentoring
Dan temen-temen lain yang belum bisa dateng karena ngurus G-Fest atau bentrok sama agenda lain.

Semoga yang sakit segera disembuhkan, yang segera sidang dimampukan, yang mau S2 dilancarkan, dan yang punya impian-impian lain diberi kebaikan dan keberkahan. 

Moga bisa kumpul lagi di taun ini dan taun-taun selanjutnya dengan impian masing-masing yang udah tercapai yaa :3

Kumpul geng SPDK!
Di foto ini ga ada Riendu soalnya dia udah dijemput pas kita foto :”(

Makasih buat :
Aul atas bahasa sinetronnya dan bahkan udah latian mesen menu sejak dari kosan.
Nurhay yang udah rela irin teror malem sebelumnya.
Epi yang tetep “waras” di saat yang lain ngerengek minta es krim, kue mahal, sama main ke timezone.
Riendu yang selalu siap dengan semangat dan jargonnya padahal rumahnya di Padalarang.
Tya yang ikutan dateng sebagai perwakilan syiar annisaa (boong itu mah haha).
Key yang selalu menggemaskan dalam segala kondisi.
Rani yang selalu semangat dengan gaya khasnya.
Alam yang selalu stand by dan udah bantuin jarkom manusia-manusia SPDK.
Hanif yang tetep ngusahain dateng walau abis ngajar fisika.
Fahmi yang udah dateng on time walau jelas bikin kesel sepanjang acara seperti biasa haha.

Makasih semuanya. Seneng liat kalian. Semoga sehat terus dan baik-baik aja ya.

Akhirnya kita bisa kumpul jugaa.

Walau tanpa :
Seny yang ga bisa dateng gara-gara dapet jarkomnya dadakan (maaf T-T)
Devy yang lagi ngeramein nikahan kakaknya di Medan.
Opan yang (berani-beraninya) ketiduran dan pingsan.
Nadiatur yang lagi sakit dan dalam masa persiapan sidang (yeay!).
Dadan yang lagi dalam masa pemulihan.
Hafidz yang masih otw dari Solo.
Rina yang lagi mentoring
Dan temen-temen lain yang belum bisa dateng karena ngurus G-Fest atau bentrok sama agenda lain.

Semoga yang sakit segera disembuhkan, yang segera sidang dimampukan, yang mau S2 dilancarkan, dan yang punya impian-impian lain diberi kebaikan dan keberkahan.

Moga bisa kumpul lagi di taun ini dan taun-taun selanjutnya dengan impian masing-masing yang udah tercapai yaa :3



“Ketika kalian udah gede akan ada masanya kalian harus melawan orang. Yang lebih besar, lebih kuat dari kalian. Dan akan ada masanya, kalian gak punya pilihan lain selain melawan, dan menang. Akan datang juga masanya semua orang tidak akan membiarkan kalian menang. Jadi, kalian harus pintar. Kalian harus kuat. Kalian harus bisa berdiri dan menang dengan kaki-kaki sendiri.”

 —Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

(via kribikskentang)



adventurousyetsimple:

I want one, no two, no five ahhh

(via tausendsunny)



“While seeking revenge, dig two graves, one for yourself.”

 —Douglas Horton



mymodernmet:

Artist Tanaka Tatsuya uses everyday objects to create delightful, miniature dioramas each day for his series Miniature Calendar.

(via jiejahlifejourney)





“Apa gunanya banyak baca buku, kalau mulut kau bungkam melulu.”

 —Wiji Thukul, Aku Ingin Jadi Peluru



compoundchem:

Today’s graphic looks at the compounds behind the characteristic smell of the seaside.
Read more about where these compounds come from here: http://wp.me/p4aPLT-nf

compoundchem:

Today’s graphic looks at the compounds behind the characteristic smell of the seaside.

Read more about where these compounds come from here: http://wp.me/p4aPLT-nf

(via science-junkie)



tausendsunny:

Can I Use that Picture? The Terms, Laws, and Ethics for Using Copyrighted Images
Editor’s note: This chart has been designed to clarify the complexities of copyright laws for the basic and regular use of images in general publications and for personal use. However, this chart, in its simplicity, cannot and does not cover all the complex nuances of copyright laws. Those who use this cart are encouraged to do so only as a general guideline. When using images and other communication methods, communicators are responsible for understanding the ethics and legalities of copyright laws, fair use stipulations, creative commons licenses, what is and is not considered public domain, and the social and cultural understandings of plagiarism. Also, it should be noted that these guidelines reference laws and standards in the USA. Laws and guidelines differ, sometimes significantly, in other countries.
Source

tausendsunny:

Can I Use that Picture?
The Terms, Laws, and Ethics for Using Copyrighted Images

Editor’s note: This chart has been designed to clarify the complexities of copyright laws for the basic and regular use of images in general publications and for personal use. However, this chart, in its simplicity, cannot and does not cover all the complex nuances of copyright laws. Those who use this cart are encouraged to do so only as a general guideline. When using images and other communication methods, communicators are responsible for understanding the ethics and legalities of copyright laws, fair use stipulations, creative commons licenses, what is and is not considered public domain, and the social and cultural understandings of plagiarism. Also, it should be noted that these guidelines reference laws and standards in the USA. Laws and guidelines differ, sometimes significantly, in other countries.

Source

(via ridhwanah)